Cerita sex xxx guideforonlinedating com

Rated 4.52/5 based on 762 customer reviews

Beberapa menit kemudian, aku menyibak rambut kemaluannya yang tebal serta hitam. Setelah mengetahui persis letak lubang senggamanya, kuarahkan penisku ke sana, dan dengan sekali hujaman, amblaslah penisku ke lubang surga dunia itu. “Ayo Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. “Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”. Dia tidak bereaksi terhadap tanganku yang sudah mengusap susunya yang ternyata, montok dan memang benar-benar besar dan kenyal. Nafasnya makin memburu tatkala kecupanku turun ke lehernya dan kugigit-gigit kecil. Dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat didepanku, aku pun mulai menyadari keinginannya. Aku mulai melumat bibir nya sambil tanganku bermain di kedua susunya yang membusung padat.

Ia mungkin ingin terus mengulumnya sampai air maniku muncrat ke dalam mulut dan kerongkongannya. Senjataku seperti dikocok-kocoknya dalam vaginanya. Sudah lima belas menit, namun pertarungan birahi kami belum juga usai. Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas. “Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..”, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali. Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari. Sementara itu, tanganku mulai turun ke arah susunya. ” Akupun tak bisa tinggal diam, seluruh ilmuku selama ini segera kupraktekan.

Lusi tersadar saat aku masih memandang ke arah susunya dan tiba-tiba dia mengeluh sambil menyusupkan kepalanya di dadaku yang juga sudah telanjang. Kukecup kedua puting merah muda itu berulang-ulang dengan lembut sampai basah oleh air liurku. Akhirnya pada jam 11 malam pestapun diakhiri atas permintaan ortu Lina mengingat banyak tamu yang harus segera pulang (tamunya kebanyakan abg sih). Lucunya, setelah semua tamu pulang, ada seorang teman Lina (dari Jakarta) yang tertinggal. Tingginya sekitar 165 cm-lah dengan berat sekitar 45 kg-lah. Kulitnya putih dengan rambut hitam sepunggung yang di-‘shaggy’ (bener kan nulisnya? Dan yang paling menarik adalah pinggangnya yang ramping (kecil malah) tapi toketnya yang gede (mungkin sekitar 36 A) dan pantat yang bohay! Dia bilang nginep disana enak,dingin…lagian waktu itu hotel di kota full book semua. Sejenak Tasya memandang heran padaku,lalu kemudian tertawa terbahak-bahak. Setelah reda, segera ku ganti ke posisi konvensional. Dengan begini kurasakan vaginanya menjadi lebih sempit. Mungkin karena tiap hari ngelulurin, jadi lembut kali. “Sering Pak, Malah ada anak remaja, beberapa langganan saya suaminya juga sering luluran”. Kalau sampe ada yang buka celana, trus ibu pasti liat barang terlarang khan? Nah…, kelihatannya dia sudah mulai terbawa suasana hot.

sementara wanita kayak aku ‘kan butuh dicukupin juga dong kebutuhan biologisnya..” jawabnya enteng namun wajahnya masih terlihat bersemu merah. Sejenak aku memandanginya sambil perlahan-lahan tanganku menjamah, membelai serta mengusap-usap putting yang menggemaskanku. Sambil mencium bibirnya, lehernya terus turun ke susunya serta putingnya yang menggairahkan, aku melepaskan jeansku. P saya maju mundurkan hingga cairan kental dari Mrs. Singkatnya pesta berlangsung meriah seperti pesta ultah layaknya. Waktu itu Tasya nginap di sebuah hotel yang berada di lembang. Mulutnya lama menghisap mulutku dan tangan kirinya meremas pantatku dari belakang sementara tangan kanannya menopang tubuhnya. Kutarik kaki kanannya sehingga menyilang di hadapanku. Jadi dia bisa putusin gue dan gue bisa jalan ama lo!! Sekali-kali Bu Eka menunduk, sambil menggosok badanku dengan lulur, wah…, tangan Bu Eka ini termasuk lembut juga.

“Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..”, burungku tetap di vagina Tante Ita. “Oughh Mas.., aku keluar lagi..”, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku. “Mas Otong.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..”, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak. Bibirku terus mengecup turun dari leher ke susunya sementara tanganku bergerilya ke punggungnya yang akhirnya berhasil melepaskan kaitan BH-nya. “Iya…” jawabnya dengan suara bergetar akan tetapi kedua tangan masih tetap memeluk leherku dengan kencang. P ku dengan perlahan, busa sabun yang melumuri kontolku terasa nikmat sekali, gerakanku semakin cepat dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya, Tapi karena hari ini aku sedang gak berapa mood, aku agak susah keluar, aku lihat kepala Mr. V nya, Poppy meremas remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku meremas dan memilin kedua p uting susunya. Tonnn…” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat Poppy melepas orgasmenya yang pertama.

Lalu Ci Ana bangkit dari duduknya dan sepertinya ia hendak mengambilkan minum untukku. Sebentar lagi juga aku pulang..” ujarku mencoba merebut kembali hatinya. Sebelum ia sempat menutupi tubuhnya yang telanjang, aku segera berlari dan menubruknya. Ia terjatuh dengan keras ke tempat tidurnya yang besar. Tetapi hari ini aku hampir kewalahan menghadapi ciumannya yang bertubi-tubi dan kurasakan ciuman wanita yang lagi berahi tinggi. katakan saja nama ku Dedi dan pacarku Rose Ketika malam minggu aku datang kerumah rose yah seperti biasanya aku apel namun saat itu cuaca mendung ketika aku sesampainya dirumah rose hujanpun turun lebat wah untung aku dah sampai, dengan napas yang bersenggal-sengal karena berlari lalu ku ketuk pintu tok…tok..tok… lalu di buka gorden samping pintu eh…aa jawab rose dengan senyum manis sambil buka pintu dan bertanya ujan-ujannan a…? Aku baru inget kalo malem itu mobilku masih di bengkel dan aku pake cherokee punya papap yang kacanya gelap abissss… ”,tanyanya dan tanpa memberiku kesempatan untuk berpikir…Plup.. Takut karena banyak mobil lain disekelilingku yang mungkin saja memperhatikanku. Lalu ku pilin-pilin putingnya yang udah tegang walau sedikit kagok. Setelah kumpul semua roh-ku,aku berusaha untuk bangkit. Dari pinggang, tanganku turun menyusuri tubuhnya ke kedua bongkahan pantatnya. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Tak lama pintu terbuka dan seorang wanita keluar dari dalam. Aku melepaskan kecupanku di pangkal susunya sambil melihat ke arahnya dengan lembut tetapi masih penuh nafsu. Rupanya dengan gerakan Lusi tersentak itu, BH yang dipakainya terlepas dari susunya yang montok. Sejenak kusadari bahwa ini adalah hal yang pertama kali Lusi alami bersama lelaki dewasa seperti aku jadi aku berniat untuk petting dulu sama dia agar tidak kaget dan terlalu memaksa. P tegang lagi setelah menerima perlakuan yang enak dari Ratna. P ku terasa nikmat terganjal diantara belahan pantatnya yang besar, tapi mungkin Poppy sudah naik lagi nafsunya, dibimbingnya senjataku dari belakang, “Tekan Tonnn… Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita. “Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil tersenyum genit. Kurasakan Lusi tersentak pada saat aku berhasil melepaskan BH-nya. jangaaan..” rintihnya terengah-engah sambil menunduk melihat ke arah mukaku yang hampir terbenam di antara kedua susunya yang besar dan montok itu. “Jangan takut sayang, saya tahu kamu belum pernah seperti ini, rasakan dan nikmati saja pelan-pelan.” jawabku lagi sambil tanganku tetap membelai susunya yang putih disertai puting kecilnya yang berwarna merah muda. Aku tak begitu perduli, aku terus menciumi seluruh bagian tubuhnya dan saat aku menciumi punggungnya, Mr. Sementara tanganku bergerak membuka baju casualnya, seperti biasanya Lusi sudah tahu kalau kami mau petting, dia selalu pakai baju casual dengan kancing di depan. Indahnya Rosepun malu malu lalu ia arahkan mukaku pada dadanya, ia bertanya a’ apa enaknya sih….? gak tau sambil mengelus ngelus pahanya berpindah pada vaginanya yang masih tertutup celana hawai yang tipis, Rose tersentak kaget ah…a’ sambil mencium bibirku dan mengemutnya dengan perasaan yang melambung, dan ia mulai berani sentu kejantannku lalu ia mengelus-ngelus aku pun rasakan kegeliaan luar biasa…..!!!! ”,jawabku sedikit kaget juga, antara beneran ama ‘bluffing’. Apalagi ketika Tasya mendiamkan mulutnya sehingga Mr P-ku tertelan habis. Akhirnya sambil meremas toketnya, aku tumpahkan spermaku kuat-kuat di dalam mulutnya. Setelah lewat beberapa meter dari lokasi razia, akupun tertawa terbahak-bahak. Merasa udah tegang maksimal, tiba-tiba Tasya meloncat ke pangkuanku dan langsung mengarahkan penisku ke lubang vaginanya yang telah basah. Di hadapanku, toketnya berayun ke atas ke bawah ke kiri ke kanan tak beraturan. Tiba-tiba tubuhnya melenting lalu dengan cepat merangkulku sambil tangnnya menjambak rambutku. Tasya sepertinya hendak protes, tapi sejurus kemudian ia mulai dapat mengikuti irama. Mamah pulangnya agak malam, Istri pemilik usaha ini, minta di temani jalan.” Dan bla-bla-bla, istriku ngoceh terus. Belum habis makanannya, Bu Eka sudah berada di muka pintu gerbang. Dengan segera aku membalikkan badanku, sehingga posisiku berada di atasnya serta kubalas kecupannya dengan gairah tetap i juga dengan lembut serta gigitan-gigitan kecil di bibirnya, serta permainan lidah pada saat mengulum bibirnya yang sensual itu. ak u bengong bercampur gembira, lalu aku lanjutkan awal dari ciuman lalu kuraba-raba buah dadanya yang padat berisi rose dengan napas tersenggal-senggal ia berkata a geli…i….sambil menggelum lidahku dengan gemes, tambah berani tangan ku ku masukan dalam bajunya dan ku buka BHnya berlahan setelah nampak lalu kuciumi buah dada yang putih dan indah ih….kurasakan ada mengganjal dalam ceranaku ternyata kejantaanku berdiri tegak kayak keram bercampur geli setelah 10 menit ku cium buah dada rose yang padat berisi berlahan ku buka baju dan BH nya kini tampaklah dua bukit yang kenyal depan mataku, wah…. Nikmat, udah pasti karena Mr P-ku berada dalam kuluman hangat seorang gadis cantik seperti Tasya. Walau awalnya sulit (karena baru pertama), akhirnya mulai terasa aliran hangat di ujung selangkanganku yang terus naik. Setelah meneliti sebentar, lalu KTP tsb dikembalikan dan beliaupun mengijinkan kami untuk terus. Kulihat setengah tubuhku udah bugil,entah kapan ia membuka celanaku. Aku yang kaget segera menangkap pinggangnya yang ramping menahan tubuhnya yang terus memompa sambil mengerang-erang. Tasya makin mempercepat gerakannya dan tekanannya makin intens. Mulanya Tasya menolak, tapi kelamaan ia tak peduli dan makin intens dengan gerakannya. Pantatnya udah basah oleh keringat yang dapat kurasakan asin karena juga mengaliri toketnya.

Leave a Reply